Sholat Tarawih Yuk

Setelah bulan puasa tahun lalu sholat tarawihnya bolong-bolong, akhirnya saya bisa juga ngrasain sholat tarawih lagi. Kenapa bulan puasa tahun lalu bolong-bolong? ini karena tahun lalu saya masih tinggal (ngekost) di Jakarta. Rutinitas selama tinggal di Jakarta mulai dari bangun tidur, kerja, sampai pukul 6 petang baru pulang, perjalanan kantor ke kost memakan waktu sekitar setengah jam itupun kalau ngepasi jalanan lancar. Tahu sendiri kan gimana Jakarta itu terkenal dengan jalanananya yang macet bin mampet. Jadi karena itulah akhirnya sesampainya di kost-kostan badan sudah lelah dan butuh istirahat, hah.

Nah, sekarang saya sudah balik ke kampung halaman, tinggal dan makaryo lagi di desa yang penuh kenangan. Kemacetan yang dulunya jadi makanan sehari-hari sudah tidak pernah saya jumpai lagi. Eh, mungkin kalau pas kangen macet-macetan saya nyempetin buat riding ke Semarang ditemani kuda besi kebanggan, ah itupun macetnya gak kaya di Jakarta. Oh Jakarta macetmu ternyata ngangenin.

Macet di Jakarta (dokpri)
Sekarang, di desa tercinta, desa Tampingan, saya bisa merasakan kembali rasanya sholat tarawih berjamaah. Meski tidak sesuai dengan apa yang dulu waktu kecil pernah saya rasakan, dimana dulu anak-anak kecil termasuk saya ramai-ramai pergi kemasjid, berebut tempat wudlu, ciprat-cipratan air wudlu, baik anak laki maupun perempuan semuanya merasa senang, apalagi jika waktu sholat tarawih sudah usai semua berebut minta tanda tangan ke khotib atau imam, dan setelah itu bergegas keluar masjid untuk bermain bersama di bawah sinar bulan purnama. Saat itu, mereka semua tidak sadar sedang mengukir kenangan yang sekarang tidak mungkin bisa terulang kembali. 

Ya, hari ini, saya benar-benar merasakan waktu ternyata berlalu begitu cepat. Sepertinya baru kemarin malam kami bermain petak umpet bersama, bermain lompat tali dengan riang, dan saling merencanakan untuk bermain apa malam besoknya. Tapi nyatanya malam ini mereka tidak mengajakku lagi, kenapa? Ah, sudahlah, sudah tidak mungkin saya mengajak mereka kembali untuk bermain seperti dulu. Sudah lewat masanya, sudah wagu, sudah tidak pantes untuk melakukan itu semua.

Akhirnya, malam ini, di masjid yang sama, saya bisa merasakan sholat tarawih kembali. Bertemu dengan mereka, teman sepermainan, yang sekarang sudah punya kehidupan sendiri. Dan sayapun dengan kehidupan saya sendiri.

Di desa, di salah satu sudut (dokpri)


Ditulis di kamar ditemani dengan dinginnya malam menyambut bulan ramadhan tahun 1436 Hijriah
Tampingan,  17 Juni 2015

"Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1436 H"
Jangan lupa sholat tarawih ya..

0 Response to "Sholat Tarawih Yuk"

Post a Comment

Tidak ada gading yang tak retak.Tak ada kesalahan yang tak terma'afkan. Hanya yang maha segalanya yang sempurna.

Mari kita pererat tali silaturahmi dengan meninggalkan komentar yang bermutu dan membangun :)