Postingan Pertama Setelah Menikah

kursi pelaminan aviantorichad

Alhamdulillah. Setelah penantian berbulan-bulan akhirnya acara akad nikah berlangsung dengan khidmat dan lancar. Tidak ada kendala yang berarti saat saya mengucapkan ijab qabul dihadapan penghulu dan di saksikan oleh saksi-saksi dan para tamu undangan. Dan akhirnya saya bisa merasakan rasanya duduk di pelaminan bersama orang yang saya cintai.

Saya masih ingat bagaimana pengucapan ijab qabul yang sudah saya hafalkan berhari-hari sebelumnya harus disempurnakan beberapa menit sebelum ijab qabul saya ucapkan, hal ini yang membuat jantung saya berdegup kencang dan sempat khawatir ijab qabul terhambat karena salah pengucapan.

"Saya terima nikah dan kawinnya anu binti bapak anu untuk saya dengan mas kawin seperangkat alat sholat di bayar tunai "

Seperti itulah kira-kira yang saya ucapkan ketika acara ijab qabul. Dan ternyata ada sedikit penambahan beberapa kata dari yang biasanya saya lihat dan dengar di tipi-tipi, ya kan?

Sah?


TSAHH!!

***

Malam hari sebelum hari-H, keluarga dari calon mempelai wanita menjemput saya di kediaman orang tua saya karena acara akad nikah akan dilaksanakan di kediaman calon pengantin wanita. Sempat terjadi kelabakan dari pihak kami selaku calon pengantin pria, karena terjadi miss perhitungan tamu yang akan menjemput saya. Dari yang semula di rencanakan hanya 4 orang penjemput menjadi lebih dari 10 orang, malah sepertinya ada 15 orang yang datang, lupa tidak saya hitung. Untung saja semua itu bisa teratasi dengan baik.

Para tamu penjemput datang kira-kira bakda isya, dan pamit kemudian berangkat menuju kediaman calon pengantin wanita sekitar pukul 8 malam bersama saya. Pada waktu itu saya didampingi 3 orang saudara.

Ada yang menarik di perjalanan dari kediaman saya ke kediaman calon mempelai wanita. Jalan yang seharusnya bisa ditempuh selama 15 menit menjadi lama karena harus menghindari jalan yang tidak boleh dilewati secara adat. Seharusnya jika berangkat pukul 8 malam sampai di tujuan pukul 8.15 atau 8.30 tetapi nyatanya kami sampai ditujuan sekitar pukul 10 malam. Jadi, adat yang dianut dari masyarakat calon pengantin wanita tidak memperbolehkan calon pengantin pria yang dijemput melewati suatu daerah yang disebut bantengan dimana daerah itu sebenarnya adalah jalan utama menuju tempat calon pengantin wanita. Apa alasannya, katanya agar acara berjalan lancar dan tidak terjadi hal-hal yang diinginkan dalam bahtera rumah tangga nantinya, entahlah.

Malam itu saya diinapkan dirumah saudara calon pengantin wanita. Apakah saya gugup? pastinya. Tapi kegugupan itu tidak membuat saya susah tidur, karena saya sadar besoknya adalah hari yang akan sangat melelahkan karena harus berdiri seharian untuk menerima tamu. Malam itu saya tidur nyenyak.

bersambung...

0 Response to "Postingan Pertama Setelah Menikah"

Post a Comment

Tidak ada gading yang tak retak.Tak ada kesalahan yang tak terma'afkan. Hanya yang maha segalanya yang sempurna.

Mari kita pererat tali silaturahmi dengan meninggalkan komentar yang bermutu dan membangun :)