Happy Ramadhan Gaes


Yuhuu gaes, postingan pertama di bulan Ramadhan. Pastinya harus lebih fresh dong, ya kan, ya iyalah. Sahur udah, subuhan udah, sukur-sukur tadarus, trus kalau udah playlist mp3nya ganti sholawatan atau pengajian.

Ngomong-ngomong masalah puasa, saya jadi inget puasa tahun lalu di Jakarta. Meski tidak begitu lama tinggal di Jakarta saya sempat merasakan bagaimana rasanya sahur di kost-kostan. Bayangan saya waktu dulu belum merasakan kost, waktu sahur pasti susah cari makan, nyatanya tidak seperti yang saya bayangkan, jadi anak kosan tidak membuat saya kesulitan untuk sahur, ini karena ibu penjaga kosan selalu menghidangkan masakan yang enak-enak untuk ukuran anak kost. Tentunya gak gratis sih, tapi sebandinglah harganya untuk anak kost di Jakarta. Dan tentunya bergizi dan bisa membuat badan kuat untuk puasa seharian penuh.

Sekarang, di desa yang penuh dengan imajinasi, desa Tampingan, rutinitas ber-ramadhan saya kembali seperti dahulu kala (sebelum hijrah ke Jakarta). Meski hidangan sahurnya  tidak semenarik di kosan dulu, tapi rasanya tentu lebih syahdu bisa sahur bareng dengan bapak, ibu dan adik-adik tercinta, sambil di temani obrolan-obrolan ringan, tidak terasa perut terisi dengan penuh dan siap untuk puasa seharian penuh.

Ditulis setelah sahur dan sholat subuh, dengan ditemani lantunan ayat-ayat Al Qur'an

0 Response to "Happy Ramadhan Gaes"

Post a Comment

Tidak ada gading yang tak retak.Tak ada kesalahan yang tak terma'afkan. Hanya yang maha segalanya yang sempurna.

Mari kita pererat tali silaturahmi dengan meninggalkan komentar yang bermutu dan membangun :)