Pengalaman Memanjat Tower Tanpa Pengaman


Lebih dari setahun yang lalu sebelum saya beranjak dari tempat kerja saya yang dulu, kegiatan sehari-hari saya adalah memantau jaringan internet ditempat saya bekerja. Kebetulan waktu itu saya bekerja di sekolahan, disana saya menjadi salah Staf TU yang mengurusi bagian jaringan internet, bahasa kerennya ICT mas bro :). ICT? Yup bahasa kerennya tuh, Information Communication and Technology.

Oh ya sekilas pandang sekolahan tempat saya bekerja dulu, sekolahan ini berlokasi di daerah Banyumanik, Semarang. Berjuluk sekolah grafika, sekolahan yang bergenre kejuruan ini mempunyai beberapa program keahlian diantaranya Multimedia, Animasi, Persiapan dan Produksi.

Oke lanjut ke cerita saya. Jadi begini, setelah saya resign dari sana, saya jadi teringat dengan momen yang tak terlupakan yang pernah saya lakukan bersama dengan teman kerja saya. Sebut saja namanya Mas Adi (nama disamarkan). Mas Adi ini Staf TU bagian teknisi di Lab. Animasi. Nah, waktu itu saya sedang ingin melakukan perbaikan jaringan, salah satu perbaikannya adalah pengaturan Access Point, selanjutnya disebut AP. Nah, salah satu AP yang masuk dalam list pengaturan jaringan saya ini ada di tempat yang agak tinggi, tepatnya menempel di tower sekolah. Tower ini mempunyai beberapa batang bersusun keatas setinggi lebih dari lima batang, satu batangnya berapa meter ya? lupa mas bro :(. Biasanya, untuk urusan panjat memanjat tower di serahkan sama anak mapala kelas 3, berhubung waktu itu yang bersangkutan sudah pulang, kejadian setelah jam pulang sekolah, maka mau tidak mau saya meminta bantuan Mas Adi untuk melakukan aksi akrobatik tersebut.   

Lha gimana gak akrobatik mas bro, lha wong manjat tower gak pake pengaman babar blas!

Dasarnya kami ini orangnya nekatan jadi pake atau gak pake pengaman ya kami anggep sama saja. Padahal dibawah tower ada bambu-bambu kecil yang sengaja di tanam untuk pagar tanaman hias dibawah tower tersebut. Ngeri-ngeri sedap lah mas bro kalau keinget lagi, hehe. Skip. Akhirnya dengan membawa beberapa peralatan untuk perbaikan yang di tempelkan di tubuhnya sampai lah Mas Adi diatas dimana AP tadi berada. Atur sana atur sini sambil Mas Adi mengatur AP tersebut saya dibawah memantau naik turunnya grafik jaringan dengan menggunakan netbook kecil inventaris sekolahan.

Sampai akhirnya dirasa mendapatkan pengaturan yang pas Mas Adi bersiap turun, tapi sebelum turun saya coba abadikan dulu momen tersebut. Dengan senyum sumringah yang gak kelihatan akhirnya momen tersebut terabadikan, haha.

Mas Adi sumringah
Nah setelah sesi foto selesai akhirnya Mas Adi turun, sampai dibawah dicoba-coba lagi akses jaringan internetnya. Dasarnya kami ini sama-sama amatir ternyata pengaturannya kurang pas mas bro, hadeh. Berhubung Mas Adi sudah kecapaian kini giliran saya yang manjat tower tersebut, asiik. Berbekal kenekatan dan keingintahuan rasanya manjat tower, bismillah, saya panjat tuh selangkah demi selangkah keatas, akhirnya sampai juga di tempat AP tadi berada. Woh, ternyata rasanya menyenangkan mas bro. Semilir angin, pemandangan yang indah dari atas dan deg-degan berasa jadi satu, karena tanpa pengaman yang cukup, hanya bermodalkan tangan kekar kurus yang saya miliki, saya berusaha berpegangan pada besi tower yang kokoh. Tapi jelas memanjat tower tanpa menggunakan pengaman tidak direkomendasikan, alias don't try this at home. Disamping bahaya, gak begitu nikmat juga, eman-eman kalau sudah sampai atas ada pemandangan yang indah tidak bisa dinikmati gara-gara was-was takut jatuh.

Ok, akhirnya pekerjaan selesai dan saya turun dengan membawa pengalaman yang berkesan hingga kini bisa saya ceritakan. Beberapa foto yang saya dokumentasikan mungkin bisa memberi gambaran bagaimana suasana kerja saya dulu. Cakep-cakep potone mas bro, hehe. Oh ya, dilain kesempatan saya dan Mas Adi pernah memanjat sekitar setinggi lima batang, tentunya tetep tanpa pengaman, tapi sayang gak ada fotonya, jadinya dari pada no pict = hoax ya saya pikir gak perlu saya ceritakan, pastinya lebih woah rasanya. Salam.

Giliran Saya

Mbak Wiwik dan Mas Adi

Nopik, Saya dan Mbak Wiwik

Nopik, Mas Adi dan Mbak Wiwik

Saya, Mas Adi dan Pak Rubadi

Nopik, Gak Tau dan Mbak Wiwik

0 Response to "Pengalaman Memanjat Tower Tanpa Pengaman"

Post a Comment

Tidak ada gading yang tak retak.Tak ada kesalahan yang tak terma'afkan. Hanya yang maha segalanya yang sempurna.

Mari kita pererat tali silaturahmi dengan meninggalkan komentar yang bermutu dan membangun :)